Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2019

Binatang Darat dalam Alkitab


  • Ular
Ular beludak pasir

Ular empat kata Ibrani dan dua kata Yunani diterjemahkan "ular". Di seluruh Palestina ditemukan berbagai janis ular. Sebagian besar tidak berbahaya. Tetapi semua ular yang disebutkan dalam Alkitab mengacu pada ular-ular berbisa. Kemungkinan besar jenis "ular berbisa" yang disebutkan dalam Bilangan 21 ialah ular beludak Karpet atau ular beludak Sisik Gergaji, yang kadang-kadang banyak sekali jumlahnya dan terkenal agresif. 
  • Kalajengking

Kalajengking sangat terkenal karena pada ekornya terdapat sengat yang digunakan untuk melumpuhkan atau membunuh korbannya. Di Palestina ada kira-kira dua belas jenis kalajengking, tetapi tidak ada seekorpun yang sengatannya dapat membunuh manusia yang sehat, walaupun sengatannya itu menyakitkan.
  • Rusa dan Kijang
Kijang yang mempunyai sepasang tanduk berbentuk lira

Rusa dan Kijang binatang liar pasti merupakan sebagian besar persediaan daging hewan untuk pangan di daerah pedesaan. Jenis yang paling umum ialah rusa, kijang, dan kambing hutan (Nubian Ibex). Rusa jantan, rusa betina, dan kijang dijadikan lambang kecepatan, keanggunan dan keluwesan oleh para penulis Alkitab (Kidung Agung 2:8-9)
  • Keledai dan Bagal


Keledai dan bagal keduanya jenis hewan beban, untuk mengangkut muatan. Keledai dan bagal kakinya kuat dan mampu membawa beban yang berat; selain itu masih dapat makan di tempat-tempat yang sulit dan gersang, sedangkan kuda tidak. Orang Ibrani - bahkan orang kayanya juga - mengendarai keledai dan bagal. Mesias menyatakan pemerintahan-Nya yang penuh damai sejahtera itu dengan datang kepada umat-Nya sambil mengendarai seekor keledai (Zak 9:9, Mark 11)
  • Kuda

Walaupun orang Ibrani sudah mengenal kuda semasa mereka tinggal di Mesir, lama setelah Daud memerintah sebagai raja barulah orang memelihara kuda di Israel. Sebagai hasil suatu kemenangan, Daud mempertahankan sejumlah kuda untuk 100 kereta perang. Kuda secara ajek digunakan dalam Alkitab sebagai simbol kekuatan perang yang cenderung dijadikan andalan, padahal seharusnya mereka mengandalkan Allah (Yes 31:1). Kuda adalah milik para raja dan bangsawan, tidak pernah menjadi milik rakyat jelata.
  • Domba dan Kambing

Domba dan kambing penting bagi perekonomian bangsa dan juga perekonomian setiap orang sejak zaman dahulu. Kedua jenis hewan ini merupakan hewan utama sebagai kurban persembahan di Bait Allah dan Kemah Suci. 
  • Unta

Unta yang disebut dalam sebagian besar kisah PL ialah yang berpunuk satu, sejenis unta Arab yang yang paling cocok di padang gurun yang panas. Raja Salmaneser III dari Asyur menerima unta-unta itu sebagai upeti.
  • Hewan-Hewan Pemangsa
Beruang Siria

Hewan pemangsa seperti singa, beruang, serigala, rubah, jakal. Di dalam PL singa tersebar luas di Palestina dan di negeri-negeri sekitarnya. Singa dapat menjadi ancaman yang serius bagi manusia dan ternaknya. Menjelang zaman PB, singa sudah jarang ditemukan. Beruang hidup dari buah-buahan, akar-akaran, sarang lebah, sarang semut, telur - bahkan hampir segala sesuatu dimakannya. Kelaparan dapat membuat beruang menerkam seekor anak domba dari antara kawanannya (1 Sam 17:34) Tuhan Yesus menggunakan gambaran yang lazim mengenai "serigala yang buas" untuk menggambarkan nabi-nabi palsu yang menyerang "kawanan" umat-Nya (Mat 7:5).


Sumber: Handbook To The Bible, terbitan Kalam Hidup

Kamis, 31 Oktober 2019

BARUKH





Barukh adalah teman dan juru tulis Yeremia. Allah berfirman kepada Yeremia, yang kemudian mendiktekan pesan Tuhan itu kepada Barukh. Barukh menuliskannya di atas sebuah perkamen (gulungan kertas/kulit). Pada zBarukh adalah teman dan juru tulis Yeremia. Allah berfirman kepada Yeremia, yang kemudian mendiktekan pesan Tuhan itu kepada Barukh. Barukh menuliskannya di atas sebuah perkamen (gulungan kertas/kulit). Pada zaman itu, sedikit sekali orang yang dapat membaca atau menulis. Jadi, Barukh termasuk orang yang istimewa.


Yeremia tidak diperbolehkan pergi ke Bait Allah. Ia pun menyuruh Barukh pergi ke sana untuk membacakan pesan Tuhan itu kepada orang banyak. Pesan itu adalah nubuat tentang apa yang akan terjadi atas Yerusalem.

Sesudah itu, Barukh dan Yeremia terpaksa bersembunyi karena raja mencari mereka untuk ditangkap. Di kemudian hari, mereka berdua diangkut sebagai tahanan ke Mesir. Pada saat itu Barukh diterpa kekhawatiran tentang nasibnya. Allah pun menyampaikan pesan khusus kepada Yeremia untuk Barukh, “Aku akan melindungi engkau ke mana pun engkau pergi”



(Baca kisah Barukh dalam Yer. 32:6-16; 36:1-32; 43:1-7.)

Sumber : Kisah Tokoh-tokoh Unik dalam Alkitab, terbitan Kalam Hidup

Selasa, 29 Oktober 2019

Tumbuh-Tumbuhan dalam Alkitab


Ada beberapa jenis tumbuh-tumbuhan yang sering disebut dalam Alkitab. Sebagian besar dari  tumbuh-tumbuhan itu, misalnya pohon ara, pohon delima, pohon zaitun, dan pohon anggur sudah terkenal sehingga mudah dikenali. Disini akan membahas beberapa tanaman yang menarik dan penting.

Buah Kurma

Buah kurma yang terkenal adalah buah sejenis pohon palem yang disebut palem kurma (Phoenix dactylifera), tumbuh di oasis di Sinai dan di daerah-daerah yang lebih panas di Palestina. Palem juga menjadi salah satu simbol bangsa Israel. Ketika Tuhan Yesus diarak masuk kota Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai, orang banyak membawa ranting-ranting pohon palem.

Buah Ara

Buah ara penting pada zaman Alkitab. Pohon Ara (Ficus cacira) sering ditemukan dipinggir jalan dan di dekat rumah-rumah, juga disekitar kebun anggur. Pohon ara sering disebutkan dalam Alkitab, dan Tuhan Yesus menggunakan pohon ara dalam beberapa perumpamaan dan ilustrasi-Nya. Jenis pohon ara yang dipanjat oleh Zakeus untuk dapat melihat Tuhan Yesus adalah jenis Ficus sycomorus yang berdaun rindang.(Lukas 19:4)

Gandum

Gandum menghasilkan tepung dan roti yang terbaik, sedangkan sekoi (sejenis gandum) adalah makanan petani miskin. Tepung gandum digunakan oleh para imam Ibrani dalam memberikan persembahan kepada Allah.

Murad

Murad (Mytrus communis) kadang-kadang ditemukan dalam semak belukar di Palestina. Menurut tradisi, pada Hari Raya Pondok Daun orang Yahudi menggunakan semak ini untuk membuat pondok-pondok, seperti yang tercantum dalam Nehemia 8:16. Nabi Yesaya menggambarkan pohon murad sebagai pohon yang sedap dipandang dan akan menggantikan semak duri di padang pasir (Yesaya 41:19; 55:13)

Bunga Badam

Bungan badam (Prunus dulcis) indah berwarna putih, kadang-kadang ada juga yang berwarna merah muda di Palestina. pohon dan buah nya sering disebut dalam Alkitab. mungkin yang paling terkenal ialah tongkat Harun, dari batang pohon badam, yang berbunga dan berbuah dalam satu malam (Bilangan 17:8)

Pohon Zaitun

Pohon zaitun (Olea europaea) adalah salah satu pohon utama di Palestina zaman dahulu, yang buahnya dimakan sebagai asinan/acar. Tetapi yang lebih berharga lagi ialah minyak zaitun, yang merupakan hasil dari perasan buahnya. Dalam Alkitab, minyak digunakan untuk mengurapi orang, pertanda orang itu dikhususkan bagi sebuah tugas istimewa. Oleh karena itu, minyak zaitun menjadi simbol pengurapan Roh Kudus.

Pohon Delima

Warna merah cerah bunga pohon delima (Punica granatum) kontras dengan warna hijau tua daun-daunnya. Dalam Keluaran 28:33 kita membaca bahwa ujung gamis para imam besar harus dihias dengan buah-buah delima yang dibuat dari kain ungu tua, ungu muda, dan kirmizi. Buah delima juga digunakan untuk menghias tiang-tiang penyangga di dalam Bait Allah yang didirikan raja Salomo (1 Raja-Raja 7:20)

Pohon Aras

Pohon aras yang terkenal dari Libanon (Cedrus libani) adalah sejenis pohon cemara yang sangat besar dan hanya tumbuh di pegunungan Libanon. Batang pohon ini digunakan sebagai bahan bagunan Bait Allah yang didirikan Raja Salomo (1 Raja-Raja 5:6-10). Bagian dalam bait Allah itu dipapani dengan kayu aras yang diukir indah dan berlapis emas. Balok-balok araslah penyangga atapnya.

Pohon Terbantin

Pada zaman Alkitab terdapat hutan pohon terbantin, sejenis jati di pegunungan Palestina. Mungkin jenis pohon inilah yang membentuk "hutan kecil" dan dijadikan tempat pemujaan berhala serta perbuatan asusila yang dikutuk oleh para nabi.

Papirus

Papirus adalah nama semacam kertas kuno, dan tumbuhan yang menjadi bahan kertas itu. Batangnya segi tiga, disayat-sayat memanjang lalu disusun dua lapis dan ditempa bersama-sama untuk membuat kertas. Banyak bagian dari Alkitab ditulis pada papirus.

Pohon Kemenyan

Batang pohon kemenyan (Boswellia) mempunyai kulit yang tipis dan terkelupas.Bila batang pohon disayat, mengalirlah resin (semacam getah damar) berwarna kehijau-hijauan. Kemenyan, dengan emas dan mur, dipersembahkan kepada Tuhan Yesus oleh orang-orang majus.

Duri dan Onak

Banyak sekali tumbuh di tanah-tanah gersang seperti Palestina. Tuhan Yesus mungkin teringat akan tumbuhan ini, ketika Ia menyampaikan perumpamaan mengenai seorang penabur (Lukas 8). Para petani mengumpulkan tanaman-tanaman berduri ini untuk dibakar, sebagai gambaran yang sering digunakan dalam Alkitab untuk menunjukan nasib orang jahat.

Ketumbar

Ketumbar (Coriandrum sativum) adalah sejenis rempah yang tumbuh setahun sekali. Orang Israel sudah mengenalnya di Mesir, karena mereka mengatakan manna - makanan mereka di padang gurun itu - tampaknya seperti biji ketumbar (Keluaran 16:31).

Inggu

Inggu (Ruta graveolens) adalah tumbuhan perdu pendek. Dalam Alkitab hanya disebutkan sekali saja, yaitu ketika Tuhan Yesus menegor orang Farisi, karena mereka membayar persepuluhan sampai dari inggu juga, tetapi mengabaikan hal-hal yang lebih rohani (Lukas 11:42).


Sumber : Handbook Toh The Bible, terbitan Kalam Hidup

Kamis, 24 Oktober 2019

Referensi Buku PENDIDIKAN terbitan Kalam Hidup

1. 52 METODE MENGAJAR - Dr. F. Thomas Edison, M.Si.




Mengajar, mendidik, dan melatih bukanlah tugas yang gampang, yang dapat dilakukan secara asal-asalan. Itu adalah tugas yang mulia dan agung; amat penting serta strategis untuk membangun masa depan generasi muda dan membangun bangsa. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaannya, seorang pendidik sangat perlu menyampaikan materi pembelajaran secara jelas, berwibawa, meyakinkan, dan menyenangkan.

Untuk maksud itulah, buku 52 Metode Mengajar: Mengangkat Harkat dan Martabat Pendidik Menjadi Berwibawa dan Terhormat ini diterbitkan. Di dalamnya diuraikan berbagai hal tentang mengajar dan belajar; perbedaan antara metode, model, strategi, dan pendekatan dalam belajar; pentingnya penguasaan metode mengajar; pemilihan metode mengajar; juga metode-metode mengajar. Apalagi, mengajar, mendidik, dan melatih tidak pernah berhenti sepanjang ada generasi muda yang lahir ke dunia ini.

Intinya, pendidik perlu menguasai berbagai metode mengajar agar pembelajaran berlangsung dalam suasana yang efektif, menarik, dan tidak membosankan peserta didik. Metode mengajar yang tepat akan membuat materi pelajaran itu mudah dimengerti, lama diingat, dan tidak mudah dilupakan.

Dengan demikian, buku ini wajib dimiliki oleh semua pendidik yang bertanggung jawab bagi kemajuan pendidikan di Indonesia untuk menciptakan generasi muda Indonesia yang berwibawa, cerdas, bermartabat, dan terhormat.

Buku ini didedikasikan kepada para pendidik, yaitu para guru, dosen, penceramah, tutor, dan lain-lainnya, serta kepada calon pendidik Indonesia yang masih belajar di lembaga-lembaga pendidik tenaga kependidikan, seperti Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP), fakultas pendidikan pada universitas, dan sekolah-sekolah tinggi yang mendidik tenaga-tenaga pendidik untuk berbagai mata pelajaran atau mata kuliah.


Untuk maksud itulah, buku 52 Metode Mengajar: Mengangkat Harkat dan Martabat Pendidik Menjadi Berwibawa dan Terhormat ini diterbitkan. Di dalamnya diuraikan berbagai hal tentang mengajar dan belajar; perbedaan antara metode, model, strategi, dan pendekatan dalam belajar; pentingnya penguasaan metode mengajar; pemilihan metode mengajar; juga metode-metode mengajar. Apalagi, mengajar, mendidik, dan melatih tidak pernah berhenti sepanjang ada generasi muda yang lahir ke dunia ini.


2. MENDIDIK UNTUK KEHIDUPAN - Dr. F. Thomas Edison, M.Si.




Mendidik Untuk Kehidupan memberi penyadaran tentang sangat pentingnya pendidikan. Lucius Annaeus Seneca (4 SM – 65 M) mengatakan, “Non scholae, sed vitae discimus.” Artinya “Kita belajar bukan untuk sekolah melainkan kita sekolah untuk hidup”. Pendidikan memberikan kecerdasan dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta membentuk akhlak yang luhur, moral yang mulia, dan karakter yang terpuji.

Hakikat dari pendidikan adalah mengubah pribadi dan intelektual seseorang menjadi lebih baik, lebih cerdas, lebih cermat, lebih cekatan, lebih bertanggung jawab, lebih menaati norma-norma, dan melaksanakan nilai-nilai kehidupan. Pendidikan bagaikan garam yang memberi kelezatan dan mencegah pembusukan; bagaikan terang yang mengusir kegelapan.

Buku ini menyadarkan setiap pribadi agar memelihara dan mendidik dirinya serta anak-anaknya, memelihara keluarganya dan imannya demi masa depan yang diinginkan. Gunakan sepuluh “tongkat” dalam buku ini untuk mendidik anak-anak Anda.

Buku ini didedikasikan kepada semua guru, dosen, pendeta, pengkhotbah, para orang tua, para pendidik, dan pengajar pada umumnya yang peduli dalam meningkatkan mutu pendidikan Kristen dalam keluarga, di sekolah, dan dalam masyarakat.


 3. MENGAJAR SECARA PROFESIAONAL - B.S. Sidjabat, Ph.D



Sukses dalam mengajar bukan tidak mungkin diraih oleh seorang guru atau pengajar. Namun, hal itu tidak serta-merta terjadi karena di samping diperlukan pemahaman yang tepat mengenai kedudukan dan peran guru, juga dibutuhkan upaya yang tekun dan sungguh-sungguh. Buku Mengajar Secara Profesional hadir untuk membantu para guru mewujudkan kerinduan itu.


Salah satu keunikan buku ini adalah tinjauan teologisnya tentang mengapa seseorang harus mengajar dan apa yang seharusnya diperhatikan oleh guru untuk meninggkatkan kualitas serta kompetensinya. Kompetensi kepribadian dan sosial serta kommpetensi profesional dan pedagosis guru juga turut serta menjadi fokus perhatiannya. 

Buku ini pun mengetengahkan prinsip bagaimana pengajar secara kreatif mengenali peserta didiknya, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menegakkan displin, memotivasi peserta didik supaya giat meningkatkan keberhasilan belajarnya, serta bagaimana guru sepatutnya melaksanakan evaluasi pendidikan dan pembelajaran.


Kedua belas pemikiran dalam buku ini bukan saja terinspirasi oleh ilmu pendidikan, melainkan juga oleh ajakan dan teladan Yesus Kristus, Sang Guru Agung. Oleh sebab itu, buku ini tidak hanya tepat digunakan dalam membantu keberhasilan pelayanan Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam konteks sekolah, tetapi juga dapat meningkatkan mutu Pembinaan Warga Gereja (PWG) dan PWG di perguruan tinggi teologi dan agama Kristen pasti mendapatkan masukan berharga dari buku ini.


4. PENDIDIKAN KRISTEN KONTEKS SEKOLAH - B.S. Sidjabat, Ph.D




Membahas pendidikan Kristen tidak semata-mata hanya berbicara tentang ''"Pendidikan Agama Kristen''' atau PAK, tetapi lebih daripada itu. Dalam konteks sekolah, pendidikan Kristen itu bersifat holistis karena berkaitan dengan hakikat pendidikan, kekristenan, profesionalisme dan panggilan guru atau pendidik, peserta didik, tujuan pendidikan, pengelola pendidikan, bahkan seluruh unsur yang ada dilingkungan pendidikan itu sendiri.

Melalui bahasa yang lugas dan sederhana, tetapi padat dan sangat bernas, penulis ''"sebagai salah satu pakar di bidang pendidikan- memberikan ''"pesan''' yang sangat berharga bagi seluruh komponen dalam pendidikan Kristen untuk semakin memahami fungsi serta perannya dalam dunia pendidikan konteks sekolah. Apalagi, pendidikan yang dimaksud menyandang nama ''"Kristen''' di belakangnya.

Dengan demikian, sangat tepat jika buku ini dimiliki dan dibaca oleh calon guru, guru atau pendidik, serta pengelola dan pemerhati pendidikan Kristen.
Melalui bahasa yang lugas dan sederhana, tetapi padat dan sangat bernas, penulis ''"sebagai salah satu pakar di bidang pendidikan- memberikan ''"pesan''' yang sangat berharga bagi seluruh komponen dalam pendidikan Kristen untuk semakin memahami fungsi serta perannya dalam dunia pendidikan konteks sekolah. Apalagi, pendidikan yang dimaksud menyandang nama ''"Kristen''' di belakangnya.


5. PENDIDIKAN NILAI-NILAI KRISTIANI - Dr. F. Thomas Edison, M.Si.




Norma dan nilai adalah dua sisi yang berbeda. Norma adalah aturan, ukuran, atau kaidah yang mengikat warga masyarakat yang dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendalian ukuran. Adapun nilai (value) berarti sifat-sifat atau hal-hal yang penting dan berguna bagi kemanusiaan, sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuaihakikatnya.

Dalam pendidikan Kristen, para pendidik atau para pendeta kerap kali mengajar atau berkhotbah hanya mengutarakan norma, tidak sampai pada penanaman nilai.

Melalui buku Pendidikan Nilai-Nilai Kristiani ini, penulis mengulas tentang tujuan, fungsi, manfaat, pengertian, filosofi, dan arah pendidikan nilai. Selain itu, dibahas pula aspek ontologi, aspek epistemologi , serta aspek aksiologi, prinsip, pendekatan, dan implementasi pendidikan nilai. Tidak hanya itu, penulis juga menggali nilai-nilai kristiani dalam kitab-kitab injil berikut contoh-contohnya. Pada bagian akhir dilampirkan juga contoh implementasi nilai-nilai kristiani dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 

Buku ini didedikasikan kepada semua guru, dosen, pendeta, pengkhotbah, para orang tua, serta para pendidik dan pengajar pada umumnya yang rindu untuk memajukan pendidikan dan berhasrat meningkatkan mutu didikan, ajaran, dan khotbahnya. 


Buku ini sangat menolong pembaca, sebagai acuan melaksanakan tugasnya.
Dalam pendidikan Kristen, para pendidik atau para pendeta kerap kali mengajar atau berkhotbah hanya mengutarakan norma, tidak sampai pada penanaman nilai.


6. PENDIDIKAN YANG KRISTIANI - David I. Smith




Bagaimana iman dapat membentuk proses pengajaran secara actual? Bagaimana iman Kristen dapat menjadi suluh bagi kita selaku para pendidik dalam proses pedagogi yang berlansung di kelas? Sebenarnya, adakah cara untuk melihat lebih jauh melampaui perspektif-perspektif kristiani dan merancang pengajaran itu sendiri sebagai sesuatu yang kristiani sehingga nilai-nilai kekristenan bukan menjadi asesoris muatan pengajaran semata?


Sudah sejak lama para pendidik Kristen merenungkan muatan pengajaran ideal seperti apa yang seharusnya disampaikan di kelas. Namun, rasanya kita masih jauh dari berhasil dalam merumuskan seperti apa sebuah proses pengajaran yang kristiani itu. Selain itu, tidak banyak pemikiran akademis yang tercurah untuk menjawab masalah tersebut. Akibatnya, pertanyaan-pertanyaan di atas tidak kunjung terjawab.


Dalam buku ini, David I. Smith menunjukkan bagaimana iman itu dapat dan harus memainkan peran penting dalam membentuk pedagogi dan pengalaman belajar para peserta didik kita. Di dalamnya, berbagai tindakan pengajaran sehari-hari dianalisis secara nyata berdasarkan perspektif kristiani yang kritis.


Buku ini sangat tepat bagi para guru, dosen, dan praktisi pendidikan Kristen lainnya yang peduli pada proses belajar-mengajar, yang ingin melihat bagaimana pendidikan yang kristiani itu dapat diwujudkan secara maksimal dan membuahkan hasil yang nyata.

7. YESUS SANG GURU AGUNG - Kajian Teologis Berdasarkan Injil Yohanes - Dr. Socratez. S. Yoman


Buku ini merupakan kajian teologis terhadap Injil Yohanes yang menyoroti pribadi Yesus sebagai Sang Guru Agung. Di dalamnya diulas secara lugas dan mendalam tentang pribadi Yesus, isi pengajaran-Nya, serta pola pendekatan yang diterapkan-Nya. 

Dengan demikian, Anda khususnya para guru- dapat belajar untuk lebih mendalami dan menggali hal tersebut untuk diaplikasikan pada dunia pendidikan pada masa sekarang.

Yesus Sang Guru Agung mengajarkan hal ini kepada murid-murid-Nya, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu” (Yoh. 13:13-15).

Pengajaran Yesus dengan teladan dan tindakan nyata itu merupakan pengajaran yang sangat kuat dan berdampak besar dalam kehidupan murid-murid-Nya. Dengan demikian, Anda yang berguru kepada Yesus Sang Guru Agung pun tentunya dapat melakukan hal yang sama kepada murid-murid Anda!



Referensi Buku PENDIDIKAN terbitan Kalam Hidup

1. 52 METODE MENGAJAR - Dr. F. Thomas Edison, M.Si. Mengajar, mendidik, dan melatih bukanlah tugas yang gampang, yang d...