Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Oktober 2019

BARUKH





Barukh adalah teman dan juru tulis Yeremia. Allah berfirman kepada Yeremia, yang kemudian mendiktekan pesan Tuhan itu kepada Barukh. Barukh menuliskannya di atas sebuah perkamen (gulungan kertas/kulit). Pada zBarukh adalah teman dan juru tulis Yeremia. Allah berfirman kepada Yeremia, yang kemudian mendiktekan pesan Tuhan itu kepada Barukh. Barukh menuliskannya di atas sebuah perkamen (gulungan kertas/kulit). Pada zaman itu, sedikit sekali orang yang dapat membaca atau menulis. Jadi, Barukh termasuk orang yang istimewa.


Yeremia tidak diperbolehkan pergi ke Bait Allah. Ia pun menyuruh Barukh pergi ke sana untuk membacakan pesan Tuhan itu kepada orang banyak. Pesan itu adalah nubuat tentang apa yang akan terjadi atas Yerusalem.

Sesudah itu, Barukh dan Yeremia terpaksa bersembunyi karena raja mencari mereka untuk ditangkap. Di kemudian hari, mereka berdua diangkut sebagai tahanan ke Mesir. Pada saat itu Barukh diterpa kekhawatiran tentang nasibnya. Allah pun menyampaikan pesan khusus kepada Yeremia untuk Barukh, “Aku akan melindungi engkau ke mana pun engkau pergi”



(Baca kisah Barukh dalam Yer. 32:6-16; 36:1-32; 43:1-7.)

Sumber : Kisah Tokoh-tokoh Unik dalam Alkitab, terbitan Kalam Hidup

Kamis, 24 Oktober 2019

EN–GEDI


En–Gedi (yang berarti ‘mata air anak kambing’), adalah sebuah oasis di pantai barat Laut Asin, Yudea. 

Dalam Alkitab dikisahkan bahwa Raja Saul iri kepada Daud dan berniat membunuhnya. 



Daud pun lari ke En–Gedi. Di situ ia memperkuat pasukannya dengan tinggal di kubu-kubu gunung dengan kewaspadaan penuh. Daud dan orang-orangnya bersembunyi dalam gua-gua yang disebut “Gunung Batu Kambing Hutan”. Mereka mandi dan memenuhi kebutuhan akan air dari kolam-kolam air tawar yang banyak terdapat di situ. Gua-gua di En–Gedi ada yang cukup besar untuk dihuni 1.000 orang. Itu adalah sebuah tempat berlindung yang sangat strategis bagi para prajurit.



Kini, En–Gedi masih menjadi sebuah oasis di padang gurun. Sumber air alami itu, yang berada 182 m dari permukaan laut, menciptakan suatu habitat tropis lokal yang sangat subur untuk tumbuh-tumbuhan, bunga-bunga, dan binatang-binatang di tengah gurun pasir.

Sumber: Kisah Kota-kota dalam Alkitab, terbitan Kalam Hidup.

Referensi Buku PENDIDIKAN terbitan Kalam Hidup

1. 52 METODE MENGAJAR - Dr. F. Thomas Edison, M.Si. Mengajar, mendidik, dan melatih bukanlah tugas yang gampang, yang d...